DO YOU KNOW DMR IS EASY

Kemudahan dalam teknologi itu penting, mobilitas kini hampir terjadi disegala bidang. Digital Mark Reader (DMR) merupakan salah satu program yang menganut prinsip tersebut, ya.. kemudahan.

1. Cepat dan mudah saat membuat LJK.

Dengan sistem “drag and drop”, proses pembuatan LJK akan menjadi sangat mudah, kita hanya tinggal memilih objek-objek yang kita ingin tampilkan kemudian diprint ataupun di copy.

2. DMR mendukung berbagai sistem operasi dan scanner.

DMR bisa diaplikasikan pada win2000, XP dan Vista, bahkan DMR bisa digunakan dengan berbagai macam scanner image seperti dari Fujitsu, HP, Canon, Kodak, Avision, dll (www.rumahscanner.com). Pengisian LJK pada DMR dapat menggunakan pensil, pulpen serta spidol.

3. LJK miring dapat dibaca, diolah dengan MS Excel, terhubung ke basis data.

Posisi LJK yang miring pada saat di-scan, dapat dibaca dengan akurat. Data hasil scan dapat langsung diolah dengan MS Excel serta dapat juga dihubungkan dengan basis data. DMR juga bisa membuat LJK satu warna sehingga biaya cetak LJK menjadi lebih murah. Analisis lengkap telah dihadirkan DMR cukup dengan satu kali klik seperti analisis TOEFL, penggabungan nilai, Statistik, analisis daya pembeda, analisis tingkat kesulitan soal, Remedial, CBT(Competence-Based Test) serta range group.

4. Technical support di seluruh Indonesia.

DMR didukung oleh Technical Support dan Trainer yang telah berpengalaman dan tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat membantu Anda dalam penggunaan DMR dengan mudah dan cepat.

5. Volume dan Penggunaan di Skala Nasional.

Rekor DMR adalah:
- DMR digunakan di lebih dari 50 perguruan tinggi ternama
- ITB menggunakan DMR sejak tahun 2004
- Bimbel Ganesha Operation (GO) menggunakan belasan unit paket DMR Profesional sejak 2007
- DMR digunakan mengolah 1,5 juta lembar LJK CPNS di tempat terpusat pada tahun 2004
- DMR UASBN digunakan mengolah lebih dari 12 juta LJK di tahun 2008

6. Kemampuan Verifikasi Visual.

Hasil scan DMR berupa gambar, sehingga verifikasi visual dapat dilakukan tanpa perlu mengambil dan mengamati fisik LJK tersebut.

7. Kebutuhan Programmer.

DMR tidak membutuhkan kehadiran programmer untuk menjalankannya karena DMR sangat mudah digunakan.

8. Konektivitas.

DMR dirancang untuk melalui tahap verifikasi dan perbaikan masal sebelum datanya dimasukkan ke database. DMR juga dirancang agar dapat bekerja pada lingkungan yang minimal, DMR tidak membutuhkan database server maupun file DBF. Karena database server memerlukan pengguna selevel pemrogram/DB admin.

9. Harga sistem DMR jauh lebih murah.

DMR tidak memerlukan hal-hal khusus seperti kertas 100 gram, pengisian harus dengan pensil khusus, dan lain-lain biaya pemeliharaan dan penggantian suku cadang scanner.

10. Pengisian dengan Tanda Silang.

Tidak semua scanner berteknologi lama (OMR) mampu mengenali tanda silang dengan baik. DMR jauh lebih peka dan lebih baik.

11. Form 1 Warna.

Formulir 1 warna juga dapat dibaca dengan baik oleh DMR walaupun LJK-nya diisi dengan tanda silang.

12. File Form DMR Dapat Di-download dan Dicetak Sendiri.

Form DMR berupa file PDF dapat dicetak di beragam printer setelah di download di internet tanpa mengganggu keterbacaannya saat diolah.

Leave a Reply