About
Digital Mark Reader

Ingatkah Anda ketika kita harus dengan sangat hati-hati mengisi bulatan-bulatan jawaban agar dengan tepat membulatkannya. Entah bagaimana jadinya jika kita tidak mengisi bulatan dengan penuh, menyisakan sedikit noda hitam pensil pada jawaban, kertas terlipat, atau jika LJK yang kita isi tidak dapat terbaca komputer karena pensil yang kita gunakan tidak memenuhi syarat? Bahkan untuk orang-orang tertentu, yaitu yang mengalami kesulitan menjaga tangannya tetap kering, ini adalah sebuah mimpi buruk.
Inilah saatnya kita semua mengenal dan menggunakan teknologi yang akan sangat melegakan setiap peserta ujian dan meringankan beban kerja pemeriksa LJK. Teknologi yang akan menghilangkan ‘luka lama’ dan mimpi buruk peserta ujian. Teknologi karya anak bangsa yang asli buatan Indonesia. Digital Mark Reader (DMR), adalah sebuah perangkat lunak yang dapat menjadikan sebuah pemindai (scanner) dokumen beralih fungsi menjadi scanner pemeriksa LJK. DMR merupakan hasil riset dari Laboratorium Grafik dan Intelejensia Buatan, Departemen Teknik Informatika ITB dengan dukungan program Riset Unggulan ITB 2002/2003 dari LPPM-ITB.

DMR memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk dapat mendesain, mencetak dan memeriksa LJK. Pengisiannya pun cukup mudah karena bisa menggunakan pensil, pulpen atau spidol dengan metode pengisian bulatan, tanda silang atau checklist. DMR kini telah digunakan lebih dari 370 user tingkat lembaga dalam 3 tahun terakhir, lebih dari 40 di antaranya adalah perguruan tinggi ternama dan pemegang lisensi terbanyak adalah Ganesha Operation (GO) dengan 12 unit DMR.



November 19, 2007 at 9:22 am
Hasil riset anak bangsa yang bagus, berguna untuk bidang pendidikan, bukan riset yang menjadi penghias perpustakaan saja. Salut
ditunggu penemuan2 berikutnya